mencari keberadaan naskah kuno"TAPEL ADAM"

MENCARI KEBERADAAN NASKAH KUNO 
" TAPEL ADAM"
OLEH: BAIQ MONIKA SAHARA




Assalamualaikum wr.wrb


                   Hay semuanya dimanapun kalian berada,perkenalkan nama saya Baiq Monika Sahara saya biasa dipanggil monika,noniq.disini saya akan menceritakan perjalanan saya dan teman-teman mencari tahu tentang keberadaan naskah kuno yang masih disimpan samapai saat ini.tujuan kami untuk mencari tahu tentang naskah kuno ini adaah untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan sasak,okay sebelum menceritakan naskah kunonya saya akan menceritakan perjalanan saya dan teman-teman saya,saya mengajak teman-teman saya melewati jalur pusuk,disana jalannya yang nanjak dan berliku-liku dan disana sering terjadi longsor,rawan kecelakaan,saya menyuruh teman-teman saya untuk berhati-hati.disana kami melihat banyak “monyet”dipinggir jalan.
                  Singkat cerita kami sampai di tempat tujuan disana kami ditunggu oleh ponakan teman saya,dan mengantarkan saya dan teman teman kerumah yang mempunyai naskah kuno.kami menaiki sedikit tanjakan yang berada didalam hutan,setelah itu kami pun tiba dirumah yang mempunyai naskah kuno,kedatangan kami disambjt oleh keluarga.Desa sokong,dusun kencong kabupaten Lombok utara(KLU)menjadi tujuan saya dan teman-teman,terdapat naskah kuno yang masih disimpan dengan baik oleh pemiliknya yang bernama amak sekenep yang sudah berumur 80 tahun.beliau menyimpan naskah kuno ini sejak berumur 15 tahun,yang dia diberikan oleh orang jawa yang sudah selesai  membuat bendungan air yang akan pulang kejawa,beliau menukarkannya dengan 3ikat bawang merah,lalu beliau mempelajari naskah tersebut.




              ”TAPEL ADAM”adalah naskah yang kita cari,naskah tersebut meceritakan kisah nabi adam dan siti hawa yang dimarahi oleh allah swt,dan diturunkan dari sorga ke dunia karena melanggar larangan memakan buah sorga yakni buah kuldi,dan sudah menjadi keyakinan orang setempat bahwa naskah tersebut  bisa memberikan keturunan untuk keluarga yang belum mempunyai keturunan,dan benar adanya dengan melakukan ritual dioleskan oleh kapas yang sudah dibasahi dan dicoret kekitab tersebut,dan dicampurkan keair dan diminum.
               Singkat cerita kami pun berpamitan untuk pulang,pilangnya kami melewati jalur sengigi karan teman-teman saya tidah berani melewati jalur pusuk yang jalannya menanjak dan berbelok-belok,diperjalanan kami melihat pemandangan yang sangaaaaaat indah,air pantai yang berwarna biru,dan beberapa bule yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.diperjalanan kami menemukan pohon jambu mente,karna teman saya mengidam jambu mente akhirya saya pun turun untuk mengambilkannya.tak lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan pulang.Sekian cerita dan perjalanan saya dan teman teman saya,mohon maaf apabila ada salah kata maupun tulisan,karna manusia tak luput dari kesalahan :)

Komentar

Posting Komentar